Ethereum Selaku Instrumen Finansial | Seputar Bisnis Online Dan Cryptocurrency
Seputar Bisnis Online Dan Cryptocurrency

Berbagi informasi cryptocurrency dan peluang bisnis online di indonesia

Ethereum Selaku Instrumen Finansial

Mengapa Ethereum cocok dijadikan sebagai instrumen finansial? Apa saja kelebihan ethereum pada sisi sekuritas, teknologi dan privacy?

Aloha kawan kawan semua!! Yops.. jadi artikel hari ini ialah berdasarkan sebuah postingan medium yang berjudulkan "Why Ethereum is great for payments" dimana sy rasakan menarik untuk disharing kepada kawan kawan semua. Disaat kita berbincang tentang Ethereum, jarang kita melihat para Komunitas Eth membanding-bandingkan Ethereum dengan Bitcoin. Kita selalunya menganggap Ethereum sebagai sebuah komputer dunia, dimana para developer dapat membangun aplikasi ciri khas uniknya yang tersendiri diatas teknologi blockchain. Mungkin juga dikarenakan alasan lainnya yakni para komunitas Ethereum gak mau mencari masalah dengan bersaing ama komunitas Bitcoin. Namun demikian... sudah waktunya untuk kita mau mengakui bahwa Ethereum sebenarnya dapat membantu sektor finansial selaku instrumen pembayaran. 

Mekanisme pentransaksian Ethereum sebenarnya lebih sederhana jika kita bandingkan dengan Bitcoin. Rata ratanya kita salah taksir dengan mengira bahwanya Ethereum merupakan teknologi yang rumit. Memang benar bahwanya teknologi smartcontract milik Ethereum terkadang terdengar lumayan kompleks untuk dipahami, akan tetapi orang awam tidak semestinya harus mengetahui semua hal itu. Ethereum berbeda dengan Bitcoin karna ia mengamalkan arsitektur yang berbasis akun, sedangkan Bitcoin itu sendiri mengamalkan arsitektur yang berbasis UTXO. Keupayaan UTXO memberikan lebih banyak kontrol kepada pengguna Bitcoin untuk menangani sesebuah pembayaran yang bergantung antara satu sama lain. Akan tetapi hakikatnya di lapangan, kita dapat melihat sendiri bahwa penyedia wallet tidak cocok dengan sebagaimana skema UTXO yang sepatutnya dianggap normal oleh mental para penggunanya. Pencipta Wallet berusaha sedaya upaya untuk menyembunyikan kerumitan ini dalam software internalnya... tapi diujung hari, ia bocor juga dan hal ini kita sebut sebagai "Abstraction Leaks".

Contohnya: sering kali kita akan mendengarkan pengguna Bitcoin yang mengeluh terhadap biaya fee yang kemahalan saat melaksanakan transaksi finansial. Sedangkan pada sisi lainnya... Ethereum tidak menghadapi masalah seperti itu karna wallet ethereum lebih sederhana sehingga tidak ada peristiwa "kejutan" yang akan terjadi dan feenya pun mudah untuk diprediksi, terlebih lebih lagi, apapun pembayaran yang ditujukan ataupun darimana ia berasal, kosnya tetap sama.

Saat berbicara berhubungan dengan sekuritas, sebenarnya Ethereum lebih handal. Seperti yang kita ketahui bahwanya melindungi "Private Key" bukanlah sebuah perkara yang mudah. Anda mungkin dapat menciptakan akun multi-sig atau menyimpan privatekey didalam pada wallet hardware secara offline, akan tetapi... efeknya ialah ia menjadikan anda sulit untuk membelanjakannya. Sedangkan pada sisi lainnya, jika anda menyimpan privatekey berdekatan dengan anda seperti contoh di smartphone, dllnya, maka ia akan menjadi sulit untuk melindungi keamanannya. Selain dari itu... untuk wallet Bitcoin yang kita sebut dengan isilah "hot wallet" yang dimanfaatkan oleh para platform exchanger, itu sering sekali kena hack. Alasan semua ini berkemungkinan terjadi ialah dikarnakan keupayaan sistem scripting Bitcoin yang terbatas. Nah... disinilah smarcontract Ethereum memainkan perannya dan menjadi solusi terhadap semua permasalahan diatas. Kita dapat menciptakan smart kontrak brankas versi sendiri dengan fitur yg kita kehendaki, contohnya: melimitkan nominal transaksi pembayaran per hari, sehingga dana kita gak langsung lenyap dalam satu hari itu dan lain lainnya. Kebolehan Ethereum yang seperti inilah yang tidak dapat dilakukan oleh Bitcoin.

Berhubungan dengan permasalahan skalabilitas, Bitcoin sampai sekarang masih terus berdebat apakah hendak menambah block size 1MBnya atau ngak. Sedangkan pada sisi lainnya, Ethereum bertumbuh sendiri secara alami melalui penyesuaian otomatisnya. Di masa hadapan, teknologi Ethereum akan semakin berevolusi dengan hadirnya "Sharding", yaitu: para validator dapat menverifikasikan transaksi tanpa perlu mengetahui ataupun memproses keseluruhan blockchain. Berbeda pula dengan Bitcoin, bahwanya seorang pemilik nodes wajib membebankan dirinya dengan segudang arsip database blockchain dari hari pertamanya. Tambahan lagi... pada saat teknologi pembayaran off-chain Ethereum sudah layak digunakan, yaitu "Raiden Network", maka ia akan membisakan Ethereum memproses 1juta transaksi  per detik.

Di masa hadapan, privacy akan memainkan peranan yang penting dalam kehidupan manusia, terutamanya dalam hal transaksi finansial. Disini Ethereum akan menggabungkan teknologi ZCASH (Zero Knowledge of Proof) untuk menghadirkan solusi dalam pengiriman dana secara enkripsi. Apapun teknologi baru yg bakal hadir, Ethereum tentunya akan terus dapat mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu... meskipun Ethereum bukan dirancang sebagai alat pembayaran, tapi ia dapat berperan lebih bagus daripada yang lainnya selaku instrumen finansial.

Yops.. sekian aja dulu artikel untuk hari ini. Semoga Bermanfaat!

Salam YesNo!
Reaksi:

Post a Comment

[Notice] Silakan menggunakan opsi "Name/ Url/ Login ke Google Account dahulu" untuk berkomentar. Jika sesebuah artikel sudah melebihi kapasitas kometar, maka Klik javescript "Muat Yang Lain..." untuk menampilkan keseluruhan komentar. [Terimakasih]

[blogger][facebook]

Oneyesoneno

{facebook#http://facebook.com/oneyesoneno} {twitter#http://twitter.com/oneyesoneno} {google#https://plus.google.com/102401419738820792784} {pinterest#https://id.pinterest.com/1yes1noindo/} {youtube#https://www.youtube.com/user/oneyesoneno/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget