Flesibilitas dan Fungsional Token Waves | Seputar Bisnis Online Dan Cryptocurrency
Seputar Bisnis Online Dan Cryptocurrency

Berbagi informasi cryptocurrency dan peluang bisnis online di indonesia

Flesibilitas dan Fungsional Token Waves

Apa saja fungsi dan keunggulan Token Waves dalam WavesPlatform? Bagaimana permintaan terhadap Token Waves dapat bertumbuh?

Holala kawan kawan semua!! Hari ini ane hendak berbagi info dan apa saja update terkini seputar WavesPlatform. Jadi...serangkaian kode baru saja diposting oleh Sasha beberapa hari yang lalu, yaitu: “4”: { “Waves”: 100000,“4764Pr9DpKQAHAjAVA2uqnrYidLMnM7vpDDLCDWujFTt”:1 ,”8LQW8f7P5d5PZM7GtZEBgaqRPGSzS3DfPuiXrURJ4AJS”:10000,”3PPKF2pH4KMYgsDixjrhnWrPycVHr1Ye37V”:1}, 0_0!! Yops... jadi kode kode aneh itu sebenarnya merupakan snippet dari config  node waves yang membenarkan sesiapa pun untuk menambang asset token yang diisukan kedalam blockchain Waves. Sasha mengatakan bahwa ini ialah sesuatu yang belum ada pada teknologi crypto lainnya, dimana para miner (operator nodes) dapat memilih untuk menambang token/ asset yang dikehendakinya dalam blockchain Waves. Dengan hadirnya fleksibilitas ini, maka ia membuka berbagai pintu kemungkinan dan kasus penggunaan, seperti contoh: menciptakan ekosistem finansialnya yang tersendiri dalam Platform Waves.

Jadi... jika fees dapat dibayarkan melalui token/ asset lain, apakah ada insentif untuk mempunyai WAVES? Jawabannya ialah tentu saja ada, karna sistem fungsional yang seperti itu akan menarik ramai pengguna baru datang kepada Waves. Untuk seseorang menjadi operator node, dibutuhkan minimal 10000 WAVES, barulah dia dapat memilih untuk memproses transaksi asset dia sendiri ataupun transaksi asset yang lain. Selain itu,  seseorang operator node juga dapat memblacklist asset yang tidak dia kehendaki untuk diproses. 

Berhubungan dengan keupaayan untuk membayar fees menggunakan asset lain ialah seseuatu yang belum dapa dilakukan oleh blockchain lain, contohnya: Counterparty (XCP) harus tetap membayar fees menggunakan Bitcoin (BTC) ataupun mentransfer asset Golem (GNT) tetap harus membayar gas dengan Ether (ETH). Keunggulan Waves seperti inilah yang menjadikan Incent hendak bekerjasama dengan Platform Waves. Maka untuk itu, pendekatan bisnis dalam fitur token waves ini tidak boleh kita anggap enteng. Terlebih lebih lagi, jika sesebuah proyek hendak menciptakan ekosistemnya yang tersendiri, maka dia membutuhkan 10000 Waves untuk mensetup nodes dia sendiri. Semua ini secara tidak langsung, akan meningkatkan kebutuhan token WAVES. 

Sesiapa yang hendak menjalankan proyek atau bisnis diatas Waves, maka pastinya mereka harus mempunyai minimal sebuah node operator untuk mengwhitelistkan tokennya sendiri. Dengan begitu, barulah token yang seseorang itu miliki dapat diproses transaksinya dan memiliki nilai. Bertambahnya transaksi yang harus diproses oleh sesebuah asset, maka memiliki node ialah sangat diwajibkan. Apa pun income yang diterima dari para node operator, baik itu ialah dalam bentuk Waves, Wct atau Oyon token, segalanya terpulang pada pemiliknya - apakah akan dimanfaatkan untuk membayar kos server nodenya? ataupun sekedar menyimpannya sebagai nilai uang?

Yops... ane rasa sekian aja dulu yang hendak sy sampaikan dalam postingan hari ini. Semoga Bermanfaat!


Salam YesNo!
Reaksi:

Post a Comment

waves sepertinya bagus untuk investasi selain ethereum ;-)

[Notice] Silakan menggunakan opsi "Name/ Url/ Login ke Google Account dahulu" untuk berkomentar. Jika sesebuah artikel sudah melebihi kapasitas kometar, maka Klik javescript "Muat Yang Lain..." untuk menampilkan keseluruhan komentar. [Terimakasih]

[blogger][facebook]

Oneyesoneno

{facebook#http://facebook.com/oneyesoneno} {twitter#http://twitter.com/oneyesoneno} {google#https://plus.google.com/102401419738820792784} {pinterest#https://id.pinterest.com/1yes1noindo/} {youtube#https://www.youtube.com/user/oneyesoneno/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget